nuffnang

Saturday, April 2, 2011

Dia Kurnia

Sebu nubari canda firasat,
Mengingat tingkah terkebelakang,
Sejauh yang bisa,
Mengadili khilaf yang benarkah khilaf…
Bersila memejam mata,
Usir pergi asam garam rasa,
Kembali benderang tanpa rindu..
Majnunkah aku?

Sedetik detak debar,
Bergetar dinding dada,
Bujur-bujur jernih di landas pipi,
Harus jua mengenang,
Walau tidak dihalang…
Salahkah merindu?

Sabda hati kerikil,
Sifar jiwa pada namanya,
Bendung sukma darinya,
Sabda hati rapuh,
Patri kasih selagi melihat siang dan malam,
Harus..
Utus nafas buatnya…

Seni tak terpandang,
Kalimah tiada satu mengena,
Jauh menyamai imaginasi,
Satu di sejagat setrilion,
Takjub pada pemberian…

Tiada senandung kedua,
Puitis pujangga gagal ungkap jasadnya,
Kusam suara tafsir citra,
Kala,
Akulah pencerita segala tentangnya…

Liyana Zahim
9.06pm
1 April 2011

4 comments:

Raden said...

kande sgt terer la..bete eti merepek je. kande disable la right click. nti org duplicate nie kande!

SYARIFF HAIKAL said...

DIE X RETI..JAP AK AJAR DIE..HEHE

Liyana Zahim said...

lah.. nk ambik wat ape? ukan bes sgt pon... ni merapu gak ni.. bajet othman puteh..

Along Usop said...

terpana daku membaca
setiap bait setiap kata
puitis indah meresap jiwa
terduduk daku mengenang rasa

katamu itu indah perinya
mengusik hati para pembaca
jangan berhenti dalam berkarya
kembangkan sayapmu demi pembaca

penulis kata

=)